Terima kasih Hidup

Belakang ini, banyak kejadian yang membuat saya merasa, kalau hidup ini terasa sangat berwarna. Selama ini yang saya sadari, hidup terasa monoton & manisnya saja. diisi dengan kegiatan rutinitas, seperti sekolah dan kegiatan lainnya. Namun akhirnya saya pun bisa merasakan pahit manisnya hidup ini, mungkin terdengar agak berlebihan untuk beberapa orang. tetapi untuk saya pribadi ini merupakan sesuatu pembelajaran .


Kejadian berawal saat pengumuman hasil UN SMA, tepatnya tanggal 26 April 2010. Dimana seperti yang tergambarkan di postingan blog saya sebelumnya. Terasa mendebarkan & janggal. Ternyata memang benar, saya pun dinyatakan untuk mengikuti Ujian Ulang mata pelajaran Matematika. Jujur saat itu perasaan saya bercampur aduk, sedih, bingung , malu & merasa jika mungkin ini adalah pemberian terbaik Allah buat saya, karena saya mengakui jika saya sangat kurang maximal dalam belajar Matematika.

Setelah itu, banyak teman -teman IPA 2, yang memberikan motivasi & percaya jika Donny pasti LULUS, mendengar itu saya terharu, apalagi saat aku mendapat surat untuk mengikuti Ujian Ulang. Teman - Teman IPA 2 pun, datang ke rumah untuk menghiburku. Terima kasih teman -teman.

Pemberian kata semangat & motivasi pun mulai berdatang dari orang -orang terdekat saya, tidak terkecuali Sahabat- Sahabat Jurnalis ku, Agung, Seno, dan para pembina Kang Rino, Kang Onay, Kang Frista, Teh Fitran, Teh Icha dan semuanya. Terimakasih atas semuanya. Saya akan selalu sayang & cinta pada kalian semua. Semoga Allah membalas kebaikan kalian, dengan segala kebaikan. .n_n.



Sedikit kejutan, malam setelah menerima hasil UN, Seno , Kang Onay & Kang Rino, datang ke rumah, mereka datang dengan diam seribu bahasa. Saya pun jadi sedikit terharu & menyesal tidak bisa membuat mereka bangga dengan mengulangnya saya dalam UN. Tetapi setelah itu kami pun mulai mengobrol, walaupun saat itu suasananya sangat berbeda, dingin dan garing,,,hahaa..Tetapi trimakasih, dengan datangnya kalian kerumah saja sudah membuat saya senang & membuat saya sadar, kalau ternyata masih banyak orang yang menyanyangi saya. Terimakasih Kawan.. .n_n.

Hal lain yang membuat saya terharu adalah, dimana saat salah satu kakak pembina Jurnalis saya. menyatakan jika dia bersedia meluangkan waktunya yang super sibuk, untuk membantu saya dalam belajar Matematematika dalam persiapan Ujian Ulang nanti. Subhanallah ternyata masih ada orang yang sebaik beliau. Saya sangat beruntung memiliki sahabat seperti kalian. Semoga beliau mendapat semua yang beliau inginkan. Bebagai contoh perilaku beliau membuat saya bangga & merasa kalau banyak hal yang mesti saya contoh dari beliau. Untuk semuanya yang udah akang kasih, baik itu ilmu, pelajaran atau apapun, Donny ucapin makasih yang sebesar-besarnya, maaf kalo Donny gak bisa ngasih apa-apa..hanya Doa & rasa bangga Donny ke Akang. Sekali lagi makasih ya Kang Rino Ferdian.

Akhirnya dengan waktu sekitar 12 hari, saya mempersiapkan segalanya untuk ujian ulang. Tiba hari UJian, bertempat di SMA 8 Bandung. Saya dan dua teman saya pun mulai berjuang untuk menjawab soal-soal Ujian. Alhamdulilah, Ujian dapat kami selesaikan dengan lancar. Semoga hasilnya memuaskan& dapat LULUS. Itu semua berkat Doa & semua dukungan dari orang-orang terdekat saya. Trimakasih semuannya.

Setelah itu, saya pun pulang bersama teman yang bernama Budi. Saya bonceng naik motor Budi. Saat di jalan Dago tepatnya di depan EEP, tib-tiba saja Budi mengerem mendadak karena ada motor lain di depannya. Sontak saya langsung terpelanting ke depan dan jatuh mengesek jalan aspal. Begitu juga dengan temanku Budi. Alhamdulilah, kepala saya terselamatkan Helm yang saya kenakan, karena ternyata helm itu melindungi kepala saya dari gesekan jal aspal yang sangat keras. untuk itu, alangkah bermanfaatnya helm SNI.

Luka lecet di seluruh tubuh, kami dapatkan. tetapi yang paling parah adlah Budi. Miris saya melihatnya. Saya pun bertanya-tanya dalam hati. Ya Allah, ujian apalagi yang engkau berikan pada hamba. Baru saja kami senang karena selesai dari Ujian Ulang. Eh, malah musibah kecelakaan menimpa kami. Namun saya pun, tersadar mungkin ini adalah terguran, agar kita harus taat pada orang tua, karena saat itu Budi di telepon Ibunya untuk segera pulang ke rumah, namun kami memutuskan untuk ke Museum Geologi & tidak langsung pulang ke rumah. dan hasilnya adalah ini, luka dimana-mana. Maafkan saya Budi, dan ibunya Budi juga.

Itulah sedikit kisah hidup penuh warna yang baru saya alami, semoga bermanfaat.. Trimakasih